Rabu, 14 September 2011

Rotasi Bumi Pengaruhi Kehidupan

Peneliti dari University  of Southern  California menemukan  kaitan erat  siklus siang-malam  dengan kehidupan  di muka bumi.  Kaitan ini juga  terjadi di tempattempat  yang tak  terbayangkan sebelumnya.   Kehidupan sangat  dipengaruhi  rotasi bumi,  ujar  peneliti dari University of Southern California, Andrew Y. Gracey.  Keterkaitan siklus biologis manusia selama 24 jam telah lama  dikenal sebagai ritme circadian. Ritme ini mengatur pola  kerja hormon dan metabolisme. Siklus ini umum terjadi pada  makhluk hidup yang tinggal di darat.  Peneliti ingin menelusuri apakah siklus circadian juga terjadi  pada makhluk hidup lain yang tinggal di lokasi tak lazim. Gracey  mengarahkan penelitian pada remis, sejenis kerang yang hidup  di antara darat dan laut di dalam cangkang yang gelap.  Sebagian besar aktivitas remis ditentukan oleh siklus pasang-  surut atau biasa disebut sebagai siklus tidal. 
Ketika dikelilingi  udara saat laut surut, remis akan menutup cangkangnya  dan berpuasa dari oksigen menggunakan metabolisme anaerob.  Saat pasang, remis tenggelam di dasar laut, lalu bernapas  dan mengumpulkan makanan.   Proses biologi mereka berubah drastis saat terjadi perubahan  pasang-surut,  ujar Gracey, yang juga asisten profesor ilmu  biologi University of Southern California.  Dari pengaruh pasang-surut tersebut, ilmuwan berpendapat  ritme circadian tak lagi diterapkan pada tubuh remis, termasuk  pada aktivitas gen.  Untuk memeriksa dugaan ini, Gracey melakukan simulasi di  laboratorium. Mereka menciptakan akuarium dengan pasangsurut  buatan yang bisa memompakan air setiap enam jam. Selama  empat hari berturut-turut, ia mengumpulkan sampel setiap  dua jam dengan mengorbankan waktu tidur mereka.   Data yang terkumpul sangat baik karena memiliki resolusi  waktu tinggi,  ujar Gracey.  Setelah melakukan percobaan laboratorium, ia melakukan simulasi  di alam. Remis diletakkan di dalam sangkar di dermaga  dan dipantau selama 50 jam.  Hasilnya cukup mengejutkan: sekitar 80-90 persen gen pada  tubuh remis mengikuti ritme circadian. Angka ini jauh melampaui  perkiraan dugaan peneliti sebelumnya. Temuan ini membuat  siklus biologis 24 jam akibat rotasi bumi makin banyak ditemukan  pada makhluk hidup, termasuk pada makhluk hidup  yang tak hidup di daratan.

0 comments:

Poskan Komentar